OJK: Penyaluran KUR di NTB Tumbuh 40 Persen

ntbtoday.net [Mataram] – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat Farid Faletehan menyebutkan realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di NTB mencapai Rp2,94 triliun pada 2019 atau tumbuh sebesar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp2,1 triliun.

“Realisasi penyaluran KUR di NTB pada 2019 relatif tinggi. Itu pun tidak sampai akhir tahun atau menjelang musim tanam jagung di Pulau Sumbawa,” kata Farid, di Mataram, Rabu.

Ia menyebutkan penyaluran kredit dengan bunga sebesar tujuh persen per tahun dan disubsidi pemerintah tersebut terdiri atas KUR mikro sebesar 58,6 persen, KUR kecil sebesar 39,92 persen, dan sisanya dialokasikan untuk KUR TKI.

Jumlah debitur KUR pada 2019 sebanyak 97.775 orang, terdiri atas debitur sektor perdagangan sebanyak 38.784 orang dengan nilai kredit mencapai Rp1,44 triliun.

Selain itu, debitur sektor pertanian sebanyak 42.906 orang dengan nilai kredit sebesar Rp955 miliar, dan debitur sektor industri olahan sebanyak 6.432 orang dengan nilai kredit Rp202 miliar. Sedangkan debitur TKI sebanyak 2.667 orang dengan nilai kredit Rp31 miliar. Ada juga debitur sektor usaha lainnya.

“Sektor pertanian menempati posisi kedua yang menyerap KUR tertinggi. Mungkin karena NTB merupakan sentra produksi jagung nasional,” ujarnya.

Menurut dia, penyaluran KUR di NTB oleh perbankan yang ditugaskan pemerintah rata-rata habis sebelum akhir tahun, sehingga menjelang musim tanam jagung petani tidak bisa mendapatkannya.

Para petani jagung, khususnya di lima kabupaten di Pulau Sumbawa, mulai mempersiapkan diri menanam jagung menjelang musim hujan tiba, yakni Oktober-Januari.

Hal itu, kata Farid, sudah dibahas dalam pertemuan bisnis (business matching), bersama Pemerintah Kabupaten Bima dan kalangan pengusaha serta petani di Kabupaten Bima.

Baca Juga  Poto Tano dan Seteluk paling banyak punya kampung keluarga berencana

Kondisi tersebut juga sudah disampaikan kepada jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan NTB, selaku lembaga vertikal di bawah Kementerian Keuangan, yang juga mendata realisasi penyaluran KUR di masing-masing bank penyalur.

“Kami juga minta kepada perbankan untuk meningkatkan nilai penyaluran KUR pada 2020, sehingga dana tersebut tidak cepat habis sebelum akhir tahun,” katanya.

Farid berharap dengan adanya peningkatan target penyaluran KUR di NTB bisa mencegah para petani berhubungan dengan rentenir yang memberikan bunga pinjaman relatif tinggi. [ant]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori