Dinas Kearsipan Mataram menerapkan program wisata arsip

ntbtoday.net [Mataram] – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menerapkan program wisata arsip bagi kalangan pelajar guna meningkatkan pengetahuan mereka tentang sejarah serta pengelolaan arsip yang benar.

“Tahun ini menjadi tahun kedua kami melaksanakan program wisata arsip bagi kalangan pelajar di Kota Mataram,” kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram Siti Miftahayatun di Mataram, Minggu.

Agar kegiatan tersebut berjalan tertib, katanya, dalam satu kegiatan wisata arsip dipilih satu kelas dari salah satu sekolah di Kota Mataram. Untuk tahun pertama pada 2019, sekolah yang disasar adalah SMPN 1 Mataram yang didampingi para guru.

Para siswa diajak berkeliling ke sejumlah bangunan Taman Mayura, Masjid Raya Attaqwa, Musium Negeri sekaligus memperkenalkan sejumlah adat budaya se-Nusa Tenggara Barat. Mereka melihat benda-benda bersejarah, seperti koleksi surat-surat dari lontar di Dinas Kearispan dan Perpustakaan Kota Mataram.

Saat kegiatan wisata arsip tahun lalu di Taman Mayura, peserta bisa melihat langsung Bale Kambang. Beberapa hari setelah itu Bale Kambang roboh karena tertimba angin kencang.

“Dari bencana itu kita bisa tahu betapa pentingnya untuk menyelamatkan arsip sejarah. Jadi yang ingin melihat kondisi Bale Kambang masih utuh bisa datang ke kami dan meliat koleksinya,” katanya.

Pada kegiatan pertama itu, katanya, terlihat antusias pelajar, bahkan pelajar dari sekolah-sekolah lainnya ingin ikut karena melihat kegiatan melalui sejumlah media sosial dan website yang disebar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

“Untuk itulah, tahun ini kami melaksanakan lagi. Namun sekolahnya masih kami petakan,” ujarnya.

Miftahayatun mengatakan wisata arsip diselingi dengan edukasi tentang pengelolaan arsip keluarga, seperti ijazah, akta kelahiran, dan buku nikah sebagai upaya menyelamatkan arsip keluarga dengan menggunakan sistem enkapsulasi, tidak dilaminating.

Baca Juga  ASN Lombok Barat Jadi Polisi Gadungan

Ia menjelaskan penyelamatan arsip keluarga dengan sistem enkapsulasi salah satu cara melindungi arsip dengan melapisi arsip menggunakan “plastic polyester” dan bahan perekat “double tape”, serta memberikan ruang udara.

“Rongga udara berfungsi agar sirkulasi udara ke dalam arsip tetap ada, sehingga tidak membuat arsip lembab,” katanya.

Ia mengatakan, selama ini sistem penyimpanan arsip dengan laminating yang kerap kali digunakan masyarakat ternyata keliru, sebab kalau arsip lapuk dan hendak diperbaiki, ketika dibuka kertas arsip otomatis langsung rusak tidak bisa diselamatkan.

Berbeda dengan sistem enkapsulasi, katanya, apabila terjadi kerusakan, arsip masih bisa diselamatkan karena ketika “plastic polyester” dan bahan perekat “double tape”, kertas arsip masih utuh tidak sobek seperti laminating.

“Kalau arsip yang akan kita selamatkan kondisinya sudah rusak parah dalam arti kertas sudah sangat lapuk, kita gunakan ’tisu jepang’ untuk melapisi arsip agar bisa utuh kembali,” katanya.

Meskipun anak-anak tidak bisa melakukan, kata Miftah, mereka setidaknya bisa memberitahuan cara pengelolaan arsip keluarga tersebut kepada orang tua mereka sehingga arsip keluarga bisa aman dan tersimpan dengan baik. [ant]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori