Bandara Lombok simulasi kesiapan penanganan suspect virus COVID-19

ntbtoday.net [Lombok Tengah] – Bandara Internasional Lombok bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar simulasi penanganan suspect virus COVID-19, di Lombok, Selasa.

Dalam skenario simulasi tersebut, diperagakan bagaimana kesiapan Bandara Internasional Lombok (BIL) melakukan penanganan suspect virus COVID-19 kepada para penumpang pesawat dari Kuala Lumpur yang mendarat di BIL.

Saat para penumpang tiba di terminal kedatangan internasional, perangkat pemindai suhu tubuh manusia (thermal scanner) yang dipantau oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram ternyata mendeteksi seorang penumpang dengan suhu tubuh di atas 38°C.

Petugas KKP lantas membawa penumpang tersebut ke ruang observasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kegiatan ini digelar sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi serta meningkatkan kewaspadaan dalam menanggulangi pandemi virus COVID-19,” kata General Manager BIL Nugroho Jati.

Sementara Koordinator KKP Wilayah Kerja BIL Datu Kusumajati menjelaskan simulasi itu dilakukan untuk menguji kesiapan para personel di lapangan agar saat benar-benar terjadi, seluruh pihak dapat melakukan apa yang menjadi tugasnya.

Datu menegaskan hingga saat ini Indonesia masih aman dari virus COVID-19.

“Untuk mencegah virus mematikan ini, yang terpenting kita harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Simulasi ini melibatkan personel gabungan dari PT Angkasa Pura I (Persero), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram, serta Rumah Sakit Umum (RSU) Provinsi NTB.

Untuk diketahui, saat ini BIL melayani tiga rute penerbangan internasional, yaitu Kuala Lumpur, Singapura, dan Perth. Sesuai prosedur, seluruh penumpang baik domestik maupun internasional akan melewati perangkat thermal scanner yang ada di terminal kedatangan dan dipantau oleh petugas KKP.

Baca Juga  Terus Cegah Corona, Pemuda Penatoi Bagikan Masker dan Hand Sanitizer

Saat terdapat penumpang yang memiliki suhu tubuh lebih dari 38°C, petugas akan memeriksa penumpang tersebut dan berkoordinasi dengan RSUP NTB sebagai rumah sakit rujukan sehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut. [ant]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori