JPS dan Stimulus Ekonomi Cegah Lonjakan Angka Kemiskinan September 2020

ntbtoday.net [Mataram] – Pemprov NTB mengatakan kenaikan jumlah penduduk miskin sebesar 0,09 persen pada Maret 2020 jauh lebih rendah dibandingkan daerah lain bahkan secara nasional. Sekarang, Pemprov sedang fokus untuk mencegah adanya lonjakan angka kemiskinan pada September mendatang akibat Covid-19.

Dengan melakukan sejumlah upaya sebagai penetrasi. Seperti Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan stimulus ekonomi.

‘’Memang kita akan mencermati nanti. Penghitungan (kemiskinan) periode Maret menuju September 2020 yang akan dirilis akhir tahun. Karena di sana akan kelihatan kinerja ekonomi, kinerja pengentasan kemiskinan kita bagaimana di saat Covid-19 terjadi,’’ ujar Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 16 Juli 2020.

Akibat Covid-19, angka kemiskinan NTB diperkirakan akan meningkat signifikan pada September mendatang. Namun, dengan adanya program JPS Gemilang  dan stimulus ekonomi, ia mengatakan prediksi adanya lonjakan angka kemiskinan di NTB akan mampu dikendalikan.

Apalagi, kata Gita, program JPS Gemilang yang dibuat Pemprov NTB dan program stimulus ekonomi dengan menggerakkan IKM dan UKM lokal mendapatkan apresiasi dari Presiden. Dengan memberdayakan IKM dan UKM lokal di tengah pandemi, ia yakin akan mampu mencegah terjadinya lonjakan angka kemiskinan.

‘’Mudah-mudahan itu menjadi penetrasi. Sehingga lonjakan kemiskinan  itu bisa dikendalikan. Program JPS dan stimulus ekonomi itu adalah bagian dari upaya kita agar tidak terjun bebas angka kemiskinan,’’ katanya.

Terkait dengan masukan BPS agar Pemda melakukan pembersihan data kemiskinan. Supaya bantuan-bantuan sosial dalam rangka penanggulangan kemiskinan tepat sasaran. Gita menjelaskan, Pemprov terus mengikhtiarkan agar data kemiskinan di NTB terus menerus diperbarui. Apa yang menjadi rekomendasi BPS menjadi atensi Pemprov NTB untuk dilakukan perbaikan.

Baca Juga  Begini Ungkapan Orang Tua Mahasiswa Penerima Beasiswa NTB ke Luar Negeri

‘’Kita akan terus melakukan pembaharuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Sehingga hiruk pikuk distribusi JPS Gemilang periode pertama akibat tidak komprehensifnya DTKS pada JPS periode kedua, data-data lebih baik dan terkonsolidasi,’’ tandasnya.

Berdasarkan rilis BPS, jumlah penduduk miskin di NTB pada Maret 2020 tercatat sebesar 713.890 orang atau 13,97 persen.  Pada September 2019, jumlah penduduk miskin di NTB sebesar 705.680 orang atau 13,88 persen. Ada kenaikan persentase penduduk miskin selama periode September 2019 – Maret 2020 yaitu sebesar 0,09 persen.

Pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat sebesar 368.430 orang atau 14,90 persen. Sedangkan penduduk miskin di daerah perdesaan sebesar 345.450 orang atau 13,09 persen.

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Ini terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Pada Maret 2020, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 74,71 persen untuk perkotaan dan 74,73 persen untuk perdesaan.

Pada periode September 2019 – Maret 2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di NTB mengalami kenaikan dari 2,119 pada September 2019 menjadi 2,577 pada Maret 2020.

Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di NTB cenderung menjauh dari Garis Kemiskinan. Kemudian Indeks Keparahan Kemiskinan juga mengalami kenaikan dari 0,519 pada September 2019 menjadi 0,611 pada Maret 2020. Artinya, kesenjangan di antara penduduk miskin semakin melebar.

Indeks Kedalaman Kemiskinan baik di perkotaan maupun perdesaan mengalami peningkatan. Untuk perkotaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan meningkat dari 2,169 pada September 2019 menjadi 2,544 pada Maret 2020. Untuk perdesaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan meningkat dari 2,073 pada September 2019 menjadi 2,609 pada Maret 2020.

Baca Juga  Sekda dan Dandim 16/15 Lotim Buka Pelatihan Pemantapan Paskibra 2020

Selanjutnya, Indeks Keparahan Kemiskinan untuk perkotaan maupun perdesaan juga mengalami peningkatan. Untuk perkotaan, Indeks Keparahan Kemiskinan  meningkat dari 0,533 pada September 2019 menjadi 0,537 pada Maret 2020. Untuk perdesaan, Indeks Keparahan Kemiskinan meningkat dari 0,505 pada September 2019 menjadi 0,681 pada Maret 2020. [sn]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori