NTB menyiapkan Labangka jadi lumbung pangan

ntbtoday.net [Mataram]- Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah, menyatakan kesiapan NTB untuk mengembangkan Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming) di Labangka, Kabupaten Sumbawa menjadi “food estate” atau lumbung pangan di provinsi itu.

“NTB akan menjadi satu dari empat provinsi di Indonesia yang akan dikembangkan menjadi food estate untuk menjaga ketersediaan kebutuhan dan pasokan pangan lokal dan nasional,” kata Zulkieflimansyah dalam keterangan tertulis diterima wartawan di Mataram, Senin.

Food Estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam satu kawasan terpadu. Selain menjadi Food estate, Labangka Integrated Farming juga akan menjadi tujuan desa wisata dan dalam perencanaannya akan menerapkan pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).

“Provinsi NTB sangat berterima kasih, Kementerian Pertanian mendukung penuh untuk membangun Sistem Pertanian Terpadu untuk mendukung food estate di NTB bahkan Indonesia. Di bulan Oktober ini segalanya akan kami persiapkan,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, Husnul Faozi.

Sekretaris Jendral Kementerian Pertanian Momon Rusmono, mengapresiasi kesiapan Pemprov NTB dalam perencanaan pengembangan kawasan Pertanian Terpadu di Labangka.

“Diharapkan nanti lahan “food estate” bisa menaikkan cadangan pangan nasional,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan food estate ini dilakukan dengan sinergi antara kementerian/lembaga dengan pemerintah daerah. Bahkan, kebermanfaatannya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sinergi antara berbagai pihak tersebut mulai dari hulu, hilir hingga distribusi pasar. Tak hanya itu, ada pula upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan korporasi petani, peningkatan kapasitas dan diversifikasi produksi pangan, serta penataan kawasan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian.

“Pernyataan dari beberapa dirjen sudah siap untuk menyediakan segala kebutuhan dan program untuk mendukung Labangka. Kita upayakan minggu kedua Oktober sudah mulai bergerak,” jelas Sekjen Kementan.

Baca Juga  NU Lombok Timur Dukung Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Untuk itu, ia meminta Pemrov NTB untuk segera merealisasikan daftar kebutuhan untuk mendukung perencanaan kawasan Labangka sesuai disain utama. Sehingga rencana kegiatan untuk tahun 2020 tetap tetap terus dilaksanakan.

Kepala Distanbun NTB, Husnul Fauzi menjelaskan dengan lahan lebih dari 10,000 Ha, direncanakan lahan akan siap untuk ditanam tanaman produktif seperti seperti padi Gogo, hortikultura, perkebunan dan peternakan serta perikanan.

“Kawasan Labangka Integrated Farming Sistem ini ada industri pengolahan hasil pemasaran, produksi tanaman pangan, holti, perkebunan dan perternakan tentu terintegrasi komposting dengan energi listrik untuk pemukiman,” katanya.

Dijelaskan pula, subsektor ketahanan pangan ada 10.000 hektar untuk padi, jagung kemudian hortikultura 125 hektar untuk cabai, 20 hektar untuk bawang.

Untuk itu kata Husnul, dukungan dari Kemenpen sangat diharapkan, seperti sarana dan prasarana untuk budidaya membutuhkan pipa, pompa, embung, drip irigation.

“Sedangkan untuk pengolahan hasil membutuhkan MRMU, dryer, SILLO, solar dryer, mesin penggiling cabe, alat pembuat kripik, oven, pemeras santan, pengupas kelapa, alat kemas, kacip mete,” katanya. [ant]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori