Pelajar Di Lombok Utara Kembali Mendapatkan Vaksin Oleh BINDA NTB

ntbtoday.net [Lombok Utara] – Badan Intelijen Negara Daerah NTB (BINDA NTB) kembali menggelar vaksinasi massal di wilayah Kabupaten Lombok Utara (03/02/2022). Kegiatan vaksinasi diadakan dibeberapa sekolah dasar wilayah Kecamatan Gangga yakni SDN 1 Genggelang, SDN 2 Genggelang, SDN 6 Genggelang dan SDN 7 Bentek. Selain itu, kegiatan vaksinasi juga dilakukan di Kecamatan Tanjung yakni di SDN 3 Tegal Maja, SDN 1 Medana dan SDN 1 Teniga . BINDA NTB bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara dan dibantu oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Tanjung beserta Puskesmas Gangga menyasar pelajar sekolah dasar sebagai target vaksinasi.

 

Sebanyak 222 suntikan vaksin covid-19 jenis Sinovac telah disuntikan kepada anak usia 6-11 tahun dengan rincian sebagai berikut:

 

  1. SDN 1 Genggelang: 8 anak (Dosis I: 0, Dosis II: 8);
  2. SDN 5 Genggelang: 78 anak (Dosis I: 0, Dosis II: 33);
  3. SDN 6 Genggelang: 21 anak (Dosis I: 0, Dosis II: 21);
  4. SDN 7 Bentek: 46 anak (Dosis I: 0, Dosis II: 46);
  5. SDN 3 Tegal Maja: 55 anak (Dosis I: 17, Dosis II: 38);
  6. SDN 1 Medana: 17 anak (Dosis I: 7, Dosis II: 10);
  7. SDN 1 Teniga: 42 anak (Dosis I: 2, Dosis II: 42);

 

Kabinda NTB, Wara Winahya menyebut kegiatan ini selaras dengan program percepatan vaksinasi pemerintah. Terlebih saat ini virus corona varian Omicron sudah masuk ke Indonesia.

 

“Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, BIN melaksanakan vaksinasi dengan cara jemput bola atau door to door. Dan pada tahun ini BIN mendapat target khusus penyaluran vaksinasi sebanyak 25 juta dosis untuk capai herd immunity,” ujar Wara Winahya.

 

Ditempat terpisah, Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu mengatakan, vaksinasi merupakan upaya pemerintah memotong rantai penularan Covid-19. ”Minimal 70 persen dari jumlah penduduk yang ada saat ini kita kejar vaksinasinya,” ujar dia. Djohan menegaskan, ikhtiar vaksinasi harus menyeluruh dilakukan semua kalangan. ”Sudah banyak upaya dilakukan pemda bersama stakeholder lainnya,” Sambung Djohan.

Baca Juga  Rektor UMMAT Juga Imbau Mahasiswa Tidak Demo soal RUU KUHP

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori