Marak Ajakan Aksi STM Bergerak 11 April, Kemendikbud Larang Siswa Demo

Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melarang pelajar SMK terlibat dalam aksi unjuk rasa yang akan dilangsungkan pada Senin, 11 April esok.

Keputusan itu tertuang dalam surat edaran nomor 0730/D2/DM.03.03/2022 tertanggal 8 April yang ditandatangani oleh Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikbudristek, Wardani Sugiyanto.

Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbudristek Anang Ristanto membenarkan edaran tersebut dikeluarkan pihaknya.

“Untuk menjaga keselamatan dan keamanan peserta didik SMK, Kemendikbudristek mengimbau kepada Dinas Pendidikan, para pendidik serta orang tua peserta didik SMK di wilayah Jabodetabek agar dapat mencegah keterlibatan anak-anak dalam aksi unjuk rasa pada tanggal 11 April 2022,” kata Anang saat dihubungi IDN Times, Minggu (10/4/2022).

  1. Pelajar SMK diminta ikut jam pelajaran ketimbang aksi

Anang mengatakan penyampaian pendapat dan aspirasi peserta didik dapat disampaikan melalui ranah edukasi yang aman di bawah pembinaan para pendidik serta orang tua sehingga tidak perlu terlibat dalam aksi 11 April mendatang.

Dia juga menyinggung aksi unjuk rasa yang akan dilangsungkan di depan Istana Negara itu berlangsung pada jam pembelajaran. Pelajar SMA/SMK diminta tetap mengikuti kegiatan akademik dibanding terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut.

“Ajakan mengikuti unjuk rasa pada saat jam belajar tidak sejalan dengan upaya pemenuhan hak anak untuk mendapat pendidikan,” kata Anang.

  1. Ajakan aksi “STM Bergerak”

Sebelumnya seruan mengajak aksi 11 April 2022 beredar di media sosial dengan tagar #STMBergerak. Tagar itu mengatasnamakan kelompok mahasiswa dan pelajar STM untuk ikut terlibat menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Dalam keterangan gambar, seruan aksi memuat rencana dengan berbagai tuntutan. Ajakan aksi ini juga disertai dengan tagar #GanyangKetidakAdilan dan #TurunkanJokowi.

  1. Enam tuntutan BEM SI, tidak minta Jokowi turun
Baca Juga  Menteri LHK Bangga dengan Terobosan Pemprov NTB

Koordinator pusat BEM SI Kaharuddin membenarkan rencana aksi pada Senin 11 April mendatang. Namun dia menampik kabar bahwa pihaknya menuntut Jokowi untuk turun.

BEM SI diketahui menuntut enam tuntutan dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Di antaranya meminta sikap tegas Jokowi soal wacana penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode, meminta agar Jokowi menunda dan mengkaji ulang UU IKN, mendesak turunnya harga komoditas, meminta Jokowi mengusut mafia minyak goreng dan mengevaluasi kementerian terkait.

Lalu ke lima, mendesak presiden untuk menyelesaikan konflik agraria, dan terakhir menuntut Jokowi menyelesaikan janji kampanye di sisa masa jabatannya.

Disebut-sebut sekitar 1.000 mahasiswa akan mengikuti aksi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori