BINDA NTB Genjar Vaksinasi Massal di wilayah Kab. Lombok Barat

Lombok Barat – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) NTB bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat terus gencarkan vaksinasi massal bagi masyarakat, lansia, remaja dan anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Lombok Barat.

 

Pelayanan vaksinasi massal kali ini dilakukan di Gerai Vaksinasi, Kantor Desa Kuripan, Kec. Kuripan, Kab. Lombok Barat dengan target 50 orang. (12/07/2022).

 

Badan Intelijen Negara (BIN) terus menggencarkan vaksinasi booster untuk masyarakat umum di daerah. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus akibat varian baru.

 

Kabinda NTB, Wara Winahya mengatakan bahwa BIN Daerah NTB melaksanakan vaksinasi massal di 10 lokasi di 7 Kab/Kota se NTB. Target vaksinasi setiap hari sebanyak 6.500 orang penerima dosis 1, 2 dan booster. Pelaksanaan vaksinasi ini tidak hanya terpusat di gerai-gerai vaksin, tetapi juga secara door to door.

 

“Vaksinasi door to door kali ini kami gelar di Pondok Perasi Ampenan Mataram untuk membantu masyarakat, khususnya kelompok nelayan yang kesulitan untuk mendapatkan vaksin,” ujarnya saat peninjauaan kegiatan vaksinasi di Pondok Perasi Ampenan Kota Mataram, Sabtu (9/7).

 

Ia berharap, program tersebut dapat mencegah penularan Covid-19 subvarian baru Omicron yang sudah ditemukan di Indonesia. Apalagi sebentar lagi akan ada perayaan Idul Adha, kerumunan massa sangat rentan memicu penularan Covid-19 jika tidak diberi perlindungan ekstra vaksinasi booster.

 

“Subvarian ini menular lebih cepat. Hasil penelitian selama ini menunjukkan, kalaupun dia berhasil memapari orang yang sudah divaksin booster, gejala yang ditimbulkan akan lebih ringan,” ungkap Wara.

 

Bila akselerasi vaksinasi ini bisa terselenggara dengan lancar, ia berharap momentum perayaan Idul Adha tahun ini tidak menyebabkan angka penularan Covid-19 naik kembali.

Baca Juga  Pemprov NTB Merumahkan 72 ASN Mantan NAPI Koruptor

 

“Sehingga, meskipun nanti tetap ada pembatasan, pergerakan sosial yang cenderung tinggi tidak menyebabkan kembali naiknya positivity rate,” imbuhnya.

 

Disamping, Wara juga tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan prokes 5M. Tanpa penerapan prokes yang ketat, maka potensi penularan masih tetap ada walaupun sudah di vaksin booster.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori